
TULANG BAWANG — LAMPUNG rakyatmerdekari.co.id DD (Dana Desa) diperuntukkan untuk seluruh warga desa untuk membiayai pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa, dengan prioritas utama pada peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, penanggulangan kemiskinan, dan pelayanan publik, termasuk melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) bagi keluarga miskin, lansia, disabilitas, atau yang kehilangan mata pencaharian, Tapi tidak untuk warga kampung batu ampar kecamatan gedung aji kabupaten tulang bawang provinsi Lampung.
Di mana program tersebut utamanya dan keruntuhan untuk mensejahterakan masyarakat desa kampung batu ampar, keluhan sudah sering kalau di sampaikan warga ke Hendri selaku kepala kampung batu ampar ini berharap kesejahteraan masyarakat agar dapat di tingkatkan lebih sejahtera lagi.
Pasalnya kampung batu ampar ini terdapat ada Tiga (3) Masjid dan dua (2) Paud TK masing masing masjid ada pengurus serta guru mengaji serta pengurus masjid. Dengan keseluruhan guru dan pengurus masjid di mana hanya di gaji sebesar Rp 100. 000 (Seratus Ribu Rupiah) untuk satu (1) bulan. Yang menggunakan dana desa (DD) Keluhan yang di sampaikan salah satu guru yang tidak mau di sebut nama dan meminta untuk di rahasiakan sebut saja Cakculau 40 tahun warga dan guru di kampung batu ampar. Ucap Cakculai.
Teringat di mana saat wakil bupati Heri Wardoyo pernah menyampaikan pada jaman kepemimpinanya saat acara sapari Romadon tahun 2012-2017 Gaji honor guru ngaji berkisar Rp 250.000 sampay 300.000 ribu rupiah. Angka yang di anggap bisa membantu kebutuhan meskipun tidak sepenuhnya melebihi dari kecukupan para guru ngaji di kampung batu ampar.
Saat ini kita bisa melihat dari pembangunan kampung tersebut jauh dari kata pembangunan di mana anggaran tahun 2024 kebutuhan kepala kampung serta lebih besar jika harus di bandingkan kebutuhan untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat bantu ampar.
1.Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) ** Rp 32.286.000 Diduga Mark’Up
2.Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani ** Rp 143.092.000 Kuat dugaan Marck’Up
3.Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD ** Rp 95.001.000 diduga Marck’up
4. Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 46.800.000. Marck’up
5. Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp 12.000.000 diduga fiktip
6. Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 37.950.000 diduga Marck’up
7. Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 17.500.000 diduga Fiktip
8. Penyelenggaraan Informasi Publik Desa (Misal : Pembuatan Poster/Baliho Informasi penetapan/LPJ APBDes untuk Warga, dll) Rp 15.000.000 Diduga Marck’up
9. Keadaan Mendesak Rp 25.200.000. Diduga Fiktip.
Dugaan Marck’up dan Fiktip selama ini hasil dari Kroscek di lapangan oleh awak media Selasa 09/12/2025. Saat mendatangi dua (2) Paud dan mengkonfirmasi guru ngaji serta pengurus masjid dan salah satu agama Hindu Bali.
Selama ini perawatan perbaikan PAUD dari dana pribadi dan SPP murid serta bantuan dari siswa dan siswi murid yang belajar di PAUD. Ucap salah satu warga.

Saat kami awak media mendatangi rumah kepala kampung batu ampar Hendi tidak ada di tempat terkesan menghindar kami awak media yang mengetahui kedatangan kami awak media dua (2) kali di rumah pribadinya.
Kami mencoba untuk menghubungi Kepala kampung Henderi melalui sambungan WhatsApp dan menjelaskan kedatangan kami dengan menyampaikan pesan singkat WhatsApp tidak membalas dan hanya di baca saja.
Harapan warga kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah inspektorat (APIP) dan jaksa tulang bawang agar dapat memanggil dan menggali lagi lebih dalam hasil investigasi dan lakukan proses hukum jika terbukti sengaja dalam kesalahan mengelola anggaran dana desa (DD) Tahun 2025.
Sampai berita ini di terbitkan tidak ada jawaban yang di sampaikan oleh kepala kampung Batu Ampar Henderi dengan awak media. (Rmri : Cop)



