
Pesisir Barat — Lampung rakyatmerdekari.co.id 23/9/2025 Sungguh miris kalau kita saksikan bahwa anak anak.SDN 20 Krui sebagian belajar dalam ruang kelas yang bocor atap serta rusak plapon, sehingga jika hujan pasti kehujanan dan berpotensi anak didik menjadi.sakit secara fisik dan mental. sekolah ini dipimpin oleh.”Z” selaku kepala sekolah diduga sejak awal menjabat sudah lebih dari 10 tahun hingga saat ini.
Beberapa anak didik berinisial.A,N,.S dan kawan lainnya menyampaikan pada mwdia ini bahwa mereka belajar tidak nyaman dan jika turun hujan mereka kehujanan, dan disebutkan bahwa ruang atap yang rusak ada tiga ruang dalam satu blok, saat media ini menanyakan kenyamanan belajar mereka dengan kompak dan semangat berteriak tidak Nyaaamaaan.
Situasi ini mendapat respon keras dari Mayasir ketua Lsm Lipan Lembaga Independen pemantau Anggaran Negara untuk.wilayah kabupaten pesisir Barat yang kebetulan ikut dalam kunjungan silaturahmi tersebut, beliau mengatakan bahwa
Pertama Wajib Bupati dan wakil bupati turun dan liat langsung dilapangannya, jangan hanya mengandalkan laporan kadis pendidikan atau pihak lain yang tidak ada kejujuran dalam pelaporan.
Kedua perlunya Bupati dan wakil mengevaluasi menyeluruh terkait hal hal yang bisa menghambat kenerja serta program program unggulan bupati dan wakil bupati pesisir barat dalam bekerja menuju perubahan yang lebih baik.
Ketiga, siap menerima masukan dari masyarakat yang tulus mendukung kinerja bupati dan wakil dalam mewujudkan pesiir barat yang aman sejahtera, mau menerima setiap.kritikan serta masukan dari berbagai pihak, sehingga pondasi alam yang kuat dalam mengambil kebijakan kebijakan dalam situasi yang sulit dan tidak mudah tentu arah perbaikan kabupaten pesisir Barat kedepan dalam kepemimpinannya.
Keempat, kami sampaikan.bahwa temuan dan dugaan kami terkait.dunia pendidikan di kabupaten pesisir barat sudah kami laporkan secara langsung kepada Plt.Kadisdik pesisir barat serta kepada Anggota.DPRD Dapil 3 juga secara langsung, namun seolah tak digubris dan tak ada respon nyata, contoh bahwa temuan kami sampaikan bahwa secara umum fasilitas pendidikan kita masih tersisa 30% fifik bangunan gedung yang masih utuh dan layak, sementara sisanya sudah lapuk, sudah rusak, tidak terawat dan hancur ditelan Usia.
Masih kata Yasir ketua LSM LIPAN terkait kepala sekolah”Z” SDN 20 Krui kami menduga terlalu besar Korupsi,MarUp dan fiktifnya dalam pengelolaan Dana Bos setiap tahunnya,
berdasarkan temuan kami dilapangan bahwa murid cukup banyak dan tentu berkaitan dengan besarnya Dana.Bos yang dikelola sekolah tersebut, namun berbanding terbalik realisasi yang ada dilapangan sampai.sampai untuk merawat Wc dan perbaikan ringan gedung tak berbekas, padahal setiap tahun dinggarkan cukup besar, misal anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana di tahun 2024 sebesar Rp. 37.905.000,- namun tak kami temukan kenyataan tersebut walau dikaji dan dihitung selama.jabatannya yang lebih dari 10 tahun masa jabatan kepala sekolah di SDN 20 Krui tersebut.
Lebih jauh kita lihat anggaran Pembelanjaan buku perpustakaan sebesar Rp.67.732.000,- Lagi lagi buku yang bisa ditunjukkan oleh pihak sekolah hanya dikisaran Rp.500 ribu, belum lagi kalau kita bahas aitem pembelanjaan lainnya, kami mencoba komunikasi dengan pihak operator sekolah dan minta agar disampaikan ke kepala sekolah atas temuan yang kami paparkan, namun sudah beberapa hari tidak ada reapon dan tanggapan dari pihak sekolah.
Maka oleh sebab itu sudah seharusnya pihak penegak hukum, kejaksaan dan kepolisian untuk memeriksa kepala sekolah berinisial “Z” bendahara dan operatornya agar ada kepastian dan menjadikan terang suatu perkara temuan kami di sekolah tersebut ( Red/Tim)




