Proyek Penghujung Tahun, Kebut Dikerjakan Pada Malam Hari Tanpa Plang Proyek Dan APD K3 Untuk Pekerjanya

Hukum306 Dilihat

 

Secanggang ( Langkat)- Rakyatmerdekari.co.id

 

Proyek Hot Mix di jalan di kelurahan lingkungan 3 kampung pasir di duga Menggunakan anggaran bersumber dari Alam Goib ( Siluman) karna di kerjakan pada malam hari dan ditambah tidak adanya Papan Informasi proyek di sepanjang pekerjaan tersebut serta yang Lebih Mirisnya Para pekerjaan tidak memakai APD K3 serta diduga kuat belum ada Jamsostek ketenagakerjaan. Sabtu (21/12/25)

 

Menjadi sorotan dari LSM Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (GMAS) kabupaten Langkat, Ketua DPD GMAS di kabupaten Langkat Bung Donny angkat bicara” Sudah jelas di tegaskan pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) K3 adalah perlengkapan untuk melindungi pekerja dari bahaya di tempat kerja, mencakup pelindung kepala (helm), mata & wajah (kacamata safety, face shield), telinga (earplug/earmuff), pernapasan (masker, respirator), tangan (sarung tangan), kaki (sepatu safety), badan (rompi, wearpack), dan jatuh dari ketinggian (harness), masing-masing dengan fungsi spesifik untuk mencegah cedera, paparan bahan kimia, suara bising, debu, hingga radiasi. Penggunaannya sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai standar.

 

Saat Tim mempertanyakan prihal, Pembangunan insfratruktur jalan pengerasan pengaspalan jalan lingkungan 3 kampung pasir tersebut dan tentang plank pagu anggaran kepada pengawas lapangan serta pekerja tidak ada yang mengetahui.Kami hanya di suruh kerja saja sampai selesai” ucap Bung Donny mencontohkan bahasa Mandor dan pekerja saat di tanya.

 

Lanjutnya, Sungguh miris jika UU KIP diduga telah di langgar oleh Pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR kabupaten Langkat, dimana pembangunan Jalan seolah – olah Masyarakat tidak harus tau anggaran pembangunan ini bersumber dana dari mana serta Volume serta keterangan lainnya. Sementara kita mengetahui pembangunan yang menggunakan anggaran APBN sampai dana desa Wajib untuk memanjangkan papan informasi Proyek agar masyarakat tahu dan bisa ikut mengawasi” tutup Donny.

 

Sekwrtaris DPD GMAS Langkat Bung Hasan Lubis memperkirakan”, Jika panjang pengerasan jalan ini lebih kurang 230 meter dan ketebalan sekitar 2 inci dan 3 ,5 meter lebar bahu jalan nya ini menurut hitungan kasar saja. Pasti menghabiskan anggaran Milyaran Rupiah.

 

Sebagai pegiat sosial aktif yang selalu menyoroti kinerja kinerja para pejabat pengguna anggaran.

Hendaknya buatlah keterbukaan serta tranparansi untuk dinas PU. kami tahu jika ini adalah pekerjaan milik dinas PU yg memberikan pekerjaan nya kepada pemenang tender. Dan ini adalah uang negara dan di hasil kan dari pajak masyarakat nya dan kami menduga ini pasti ada permainan anggaran makanya di kebut atau dikerjakan pada malam hari.

 

Karena untuk jalan kapasitas kecil jalan kelurahan atau kampung di kebut dini hari, kalau alasan padat pengguna jalan itu alasan saja karna jalan desa jarang di lalui mobil dan tidak macet. kenapa harus dinihari pada malam hari.

 

Sungguh peraturan yang terbalik dalam cara pekerjaannya, bisa kita contohkan, Proyek jalan Lintas Provinsi dikerjakan pada siang hari sedangkan ini pekerjaan jalan desa atau kelurahan kenapa harus dikerjakan malam, banyak Ospek menjadi pertanyaan, apakah suhu Hotmix jika di kerjakan malam har cuaca dingin apakah kadar Suhu panas memenuhi standar Dinas PUPR RI,” ujar bung Hasan sekaligus menutup wawancara kepada team media. (J.76)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *