
Pesisir Barat, // rakyat merdekari co . id
Sungguh miris dan sangat memprihatinkan bahwa aturan yang ada hanyalah bagian dari sejarah untuk anak cucu kita, yang miskin tambah miskin, yang susah semakin susah, yang sulit tambah terjepit.
Beberapa waktu lalu media ini sempat menghadiri persoalan antara “R”M”J” dengan ” Rd” calo atau agen atau ngakunya tim Penyaluran Bedah rumah atau bantuan rumah untuk warga miskin yang rumahnya tak layak huni serta berpenghasilan rendah, inilah salah satu keteria yang mendapatkan bantuan rumah tersebut, yang katanya langsung dari kementerian atau pusat.
Dalam pertemuan tersebut mereka membicarakan satu pihak merasa tertipu karena sudah keluar uang jemput (istilah) , disisi lain warga gagal mendapatkan bantuan rumah sehingga pihak ini mencari cara agar sedikit modal balik dengan cara meng iming iming warga lain bahwa segera akan turun bantuan rumah asalkan setor uang muka di kisaran 300 sampai 500 per orang, dan berakhir reda tak jelas ujungnya.
Media ini lagi lagi disuguhkan oleh acara yang membahas tata kelola bantuan rumah untuk warga yang rumahnya tak layak huni atau tahap pendataan di tahap siap kerja, yang mana tampak dalam acara tersebut orang orang penerima bantuan bedah rumah.
“E” korkap saat ditanya dikatakan bahwa semua sudah sesuai aturan dan layak mendapatkan bantuan tersebut, namun jika ada hal lain yang tidak tepat, maka ini sesuai titipan dan pesan dari AM,MB, pihak partai dan pihak Kesehatan. dan jika ada yang janggal dan tak sesuai maka kami akan bicarakan lebih lanjut pada bapak bapak yang tadi, kami hanya menjalankan perintah.
“I” salah satu peratin/kades di waktu yang sama dan bersama sama mengatakan bahwa sepertinya sudah sesuai tim.sorvei lapangan dan dinyatakan layak menerima.
“AY” Tokoh masyarakat di kecamatan Bangkunat kabupaten pesisir Barat mengatakan bahwa seperti nya tidak tepat sasaran bantuan rumah tersebut dan kurang tepat jika kita melihat lapisan masyarakat desa kita karena ada banyak yang lebih layak menerima, tapi mau apa lagi katanya udah dari sononya, data sudah dari pusat dan sulit di robah karena alasan mereka titik koordinat udah terkirim, terlebih ini titipan ABCD, artinya aturan gak terpakai, di abaikan karena ulah orang orang besar dan Penguasa yang tidak adil memberikan bantuan, sehingga nya sampai kapan pun tidak akan tepat sasaran segala bentuk bantuan yang mengatas namakan rakyat miskin, sepertinya lebih kepada kepentingan sekelompok demi kelompok kelompok yang Zalim pada rakyat, tutupnya.( Yasir ).











