Bimtek Dinsos Pesisir Barat Gagal Dalam Praktek dan Tujuan (LSM LIPPAN) Mengecam Acara Tanpa Rencana Matang

Sosial147 Dilihat

 

Pesisir Barat — Lampung, 7/4/2026
Pelaksanaan Bimbingan teknis (Bimtek) khusus untuk operator Sink- Ng dari masing masing pekon khusus kecamatan Bangkunat kabupaten pesisir Barat dilaksanakan oleh pihak pemkab.Pesisir Barat melalui Dinas sosial sebagai pembimbing kegiatan tersebut.

Pelaksanaan kagiatan di Aula kantor kecamatan Bangkunat, dimulai dari jam 9:15 WIB, kegiatan ini di hadiri oleh operator utusan pekon yang sudah di beri SK dan sudah diketahui pihak dinas sosial, hal ini sesuai perintah surat sekda melalui Asisten. Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat nomer : 400.9.9.4/0809/IV.06/2026 yang ditanda tangani oleh Ir.Armand Achyuni

Hal penting dalam surat tersebut sudah tertulis bahwa ketentuan bimtek lokasi ditentukan oleh pihak kecamatan dan pekon, membawa Laptop masing masing pekon dengan spesifikasi prosesor Intel i3 atau setara dan minimal memory RAM 4 GB dan memiliki jaringan 3G/4G serta tidak diwakilkan sesuai SK yang sudah ada.

Tentu tujuan pemerintah agar tepat guna, tepat sasaran dan cepat pembenahan data di tingkat pekon, baik data administrasi maupun data terkait Bantuan dari kementerian sosial agar tepat sasaran pada warga penerima manfaat, hal ini seiring dengan niatan perubahan semua pihak dan semua lintas sektor yang menjadi satu kesatuan menuju validasi data penerima manfaat dari bantuan kementerian sosial.

Maria Susanti, Kasi kesra kecamatan bangkunat kabupaten Pesisir Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa mewakili camat Bangkunat membuka secara resmi acara tersebut, juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan dinas sosial yang dipimpin oleh Ibu Erna oktariowati,S.Tr.Keb kepala bidang perlindungan jaminan sosial dan pakir miskin yang mana saat ini akan memberikan materi bimtek operatoŕ pekon bidang Sink-Ng yang nantinya akan memulai memperbaiki data data di tingkat pekon agar memudahkan kerja peratin khususnya perbaikan data bantuan dari kemensos agar tepat sasaran.

Masih kata kasi kesra bahwa kita pekon di kecamatan Bangkunat akan mampu melakukan data perubahan yang di usulkan karena pihak pekon yang akan lebih tau situasi warganya yang kemudian ditindaklanjuti sesuai aturan yang ada.

Erna Oktariowati,S.Tr.Keb. kabid perlindungan jaminan sosial dan pakir miskin pesisir Barat menyampaikan, bahwa acara ini merupakan tindak lanjut pihak pemerintah dalam.pengolahan data pekon dan data lain seperti data bantuan dari kementerian sosial agar lebih baik kedepannya, tentu pihak pekon dan terkait lain di tingkat kabupaten bersifat mengubah data dan mengusulkan kembali guna menjadi pertimbangan pihak kementerian sosial dalam menyalurkan semua bentuk bantuan yang ada, tentu harapan kita semua tepat guna dan tepat sasaran pada warga yang menerima manfaat.

Disisi lain saat bimtek dimulai tak terduga mendapat hambatan teknis sinyal tidak mendukung, ditambah lagi operator pekon yang hadir hanya 6 orang/Pekon dari 14 orang/pekon yang ada di kecamatan Bangkunat.

karena Jaringan internet/sinyal yang tidak standar sesuai isi surat, maka acara tersebut tidak bisa dilaksanakan di kantor camat, yang kemudian pihak dinas sosial pesibar berpindah lokasi bimtek di rumah salah satu staf kecamatan.

Andre Saputra sekretaris Lsm Lipan Lembaga independen Pemantau Anggaran Negara pesisir barat bersuara lantang terkait acara Bimtek yang disinyalir tidak terencana dengan baik, terkesan asal jalankan tugas dan Nota perjalanan di cap dan tandatangan pihak kecamatan, sehingga nanti masuk ruang pencairan perjalanan dinas, kami melihat ketidak tulusan niat dalam memperbaiki sistem yang sedang kusut, ketidak profesionalan dalam melihat situasi warga yang terus mencari tau tentang keadilan dalam penyaluran berbagai bantuan,

Seolah Bimtek tanpa perencanaan. Tentu kita harus jujur bahwa dari dulu hingga saat ini selalu kisruh di tengah tengan masyarakat terkait bantuan yang di klim warga tidak adil dan tidak tepat sasaran, namun dalam kurun belasan tahun

Tak ada perbaikan data dari pekon dan dinsos, saling tuding, saling lempar tanggung jawab, kami Lsm Lipan sudah membahas hal tersebut sampai ke komisi III DPRD pesisir Barat beberapa waktu lalu, kami juga sudah menjawab semua pertanyaan dari komisi III saat itu, bahkan kami sudah berikan bukti bukti dugaan ada permainan oknum pendamping sampai ke dinas sosial pesisir Barat, namun hingga saat ini tak jelas tindaklanjut persoalan data bantuan dan permainan kangkalikong di dalamnya.

Lanjut Andre sekretaris Lsm Lipan, bahwa momen ini seharusnya pihak pekon bersyukur ada pihak yang datang ngajarin agar tak salah data lagi, agar tepat sasaran ke masyarakat pekon mu. Eeee… malah banyak gak hadir operator pekon yang dimaksud, kami lihat juga pihak kecamatan diam karena apapun bentuk pertanyaan warga sulit di jawab apalagi men elaskan, karena ada pihak pekon membagikan bantuan tak ada kordinasi secara baik dan benar, sehingga pihak dinas sosial dan peratin aja yang boleh liat data penerima bantuan di setiap pekon.

Maka oleh sebab itu Tim Lsm Lipan mengajak semua pihak untuk bekerja sesuai aturan yang sudah ada, tidak jamannya lagi kita terus terusan bersandiwara yang ujung nya bisa dilihat semua orang kerjaan kita, malaikat tersenyum melihat kelakuan buruk manusia, tapi malikat akan geram dan marah ketika melihat kejahatan yang dibungkus dengan pernak pernik jabatan, pungkas Andre dari lsm Lipan. ( Yasir )

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *