Bupati Mesuji Dan Dinas Pertanian Tidak Paham Dan Terkesan Bodoh Terkait Penggunaan Mesin Pertanian (ALSINTAN) Mencari Rejeki Kab, Tulang Bawang. 

Hukum690 Dilihat

 

TULANG BAWANG — LAMPUNG rakyatmerdekari.co.id Saat amat di sayangkan bupati dan kepala dinas pertanian terkesan menunjukan kebodohannya dan anak buah terkait cara pemakaian dan kerja mesin pertanian (ALSINTAN) dalam mengelola dan teknis kerja di wilayah Mesuji, Alsintan yang di luar konterol kerja yang sudah di tetapkan aturan pemerintah wilayah kerja masing masing kabupaten yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat menggunakan anggaran APBN Tahun 2025 Untuk kabupaten Mesuji provinsi lampung.

 

Selasa. 23/09/2025 kami awak media melintas gerbang tanggul penangkis kecamatan rawajitu timur kabupaten tulang bawang bersebelahan dengan kabupaten Mesuji pukul 03:24 melintas satu unit mesin pemotong padi jenis combat merek MAXXI BIMO 102. Tahun 2025 untuk kode Nomor Mesin. Nomor Rangka dan Nomor Seri di duga sengaja di hapus.

 

Salah satu rekan media mencoba menghampiri Ofrator menanyakan combat tersebut milik Gapoktan atau milik pribadi, Ofrator yang egan menyebut nama nya, menyebutkan combet tersebut milik Gapoktan kampung tanah merah ketua Gapoktan Aris. Papar Ofrator

 

Combat tersebut selesai bekerja di wilayah Rawa Jitu Timur (RJT) yang masih dalam sengketa lahan marga aji dan kepala desa sungai sidang kabupaten Mesuji, combat tersebut akan bergeser ke Jalan Nanas untuk melakukan pekerjaan sewa pakai di kabupaten tulang bawang. Di sini letak lalai dalam pengawasan pemerintah kabupaten Mesuji.

 

Ofrator combat menghubungi ketua Gapoktan Aris melalui sambungan WhatsApp dan mengijinkan kamu untuk bicara langsung dengan Aris ketua Gapoktan dari sungai sidang.

 

Saat kami awak media menanyakan terkait larangan untuk bekerja di luar kabupaten Mesuji apakah ada aturan yang melarang baik dari dinas pertanian Mesuji. Aris membenarkan larangan tersebut Aris pun tak perduli dengan larangan itu dan merasa tidak ada masalah serta tak pedulikan aturan yang sudah di jelaskan.

 

Waktu dan tempat terpisah Pukul 23:45 WIB kami awak media mencoba lagi menghubungi salah satu warga yang mencarikan pekerjaan combat (Peluncur) Pak Malik Menanyakan untuk combat tersebut.

 

Dengan nada membentak kami awak media apa bahasa kamu dengan ARIS ketua Gapoktan tersebut dan terjadi warga saya di pukuli dan di keroyok oleh orang orang suruhan ARIS Kami pun bingung dengan pertanyaan pak Malik Yang seolah olah ada warga di tanggul penangkis Pak Aceng selaku (RT) tersebut yang memasuki wartawan untuk mencari kesalahan mereka dalam mencari rejeki di wilayah kabupaten tulang bawang.

 

Saat sedang bertanya dengan Aceng selaku (RK) Tiba tiba ada beberapa orang yang memukul RK dari belakang yang di duga orang suruhan dari ketua Gapoktan Aris.

 

Kami awak media merasa terpojok dengan beberapa warga lainya yang memanggil rekan rekanya. Untuk menghindari hal yang akan terjadi korban luka dan korban nyawa Kami mengajak mereka untuk ke Polsek rawa jitu dan beberapa warga yang melarang kami untuk tidak ke Polsek kami pun tancap gas mobil kami pun menjadi sasaran Dar dan Aceng. Kami menghubungi anggota Polsek meminta tolong dengan sigap beberapa personil kepolisian rawa jitu segera merarai cekcok adu mulut terjadi dan bahkan ada salah satu warga mang dar dengan ucapan saya orang kayu agung. Saya tidak takut dan kamu bisa saya hitamkan di sini di kantor Polsek dengan ucapan keras dan tak peduli di hadapan kami ada beberapa anggota kepolisian.

Yang lebih keras dengan nada di hadapan polisi kami awak media di larang untuk hidup dan mencari nafkah di wilayah rawa jitu timur dan itu ancaman yang dia tegaskan dengan kami awak media saat akan melakukan duduk bersama mencari solusi dan arah yang damai.

 

Ucapan Mang Dar salah satu warga yang merasa pekerjaan salah mereka, untuk kami jelaskan aturan dan kebenarannya tidak terima dan tidak ada aturan seperti itu di wilayah mana saja siap saja yang membutuhkan bantuan alat combat ini sah saja dan boleh tidak ada larangan dengan ucapan keras dan yakin akan kebenaranya.

 

Apakah dinas pertanian kabupaten Mesuji selama ini tidak ada badan penyuluh yang mengawas barang bantuan ALSINTAN untuk tidak bekerja di luar kabupaten Mesuji atau sengaja tutup mata dan telinga mungkin tidak paham aturan atas aturan dan juklak juknis yang ada di dinas pertanian Mesuji.

 

Baik nya bupati dan kepala dinas Mesuji ikut bimtek dulu sebelum menerima bantuan apapun dari pemerintah pusat dan menjelaskan dengan petani dan masyarakat Mesuji, untuk kedepannya hal seperti ini tidak terjadi lagi dengan kelompok lainya. Pintar kita harus mendidik, Bodoh harus belajar.

 

Dalam waktu dekat kami awak media akan melaporkan hal ini ke polres atau Polda Lampung mengingat ada ancaman dan intimidasi dari beberapa warga yang akan menghitamkan kami awak media. Dalam bahasa hitam tersebut kami menyimpulkan akan di bunuh oleh Mang Dar sapa warga rawa jitu.

 

#BERSAMBUNG#

(RMRI : Cop)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *