Dalam Rekaman Koordinasi, Staf TNI AL Tegaskan Langkah Hukum, Ketua PWDPI Angkat Suara Penuh Ketegasan, Ancaman Pembunuhan Wartawan, Desak Kapolri & Kasal Turun Tangan

Hukum700 Dilihat

 

BANDAR LAMPUNG – rakyatmerdekari.co.id Selasa, 09/09/2025. Gelombang teror terhadap insan pers di Lampung semakin brutal. Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Indra Kurniawan, kembali menjadi target ancaman oleh orang tak dikenal (OTK) melalui pesan WhatsApp dengan nomor +62 822-81XX-9768, menggunakan nama profil “Bang AL” dengan foto kendaraan taktis Brimob bertuliskan “Brimob”.

Isi chat yang diterima Indra sangat garang:

> “Hati-hati kamu di jalan, nggak ada guna ngelawan saya pakai media TikTok kayak gitu. Berdoa saja jangan sampai yang terjadi di Menggala terjadi juga sama kamu dan keluarga kamu… Besok kita ketemu ya bos.”

 

Ancaman tersebut datang bertubi-tubi, mengulang trauma lama wartawan Joni Putra, korban pengeroyokan saat membongkar dugaan mafia BBM subsidi di beberapa SPBU wilayah Tulang Bawang. Kini, Joni yang masih dalam kondisi tertekan dan trauma, kembali melaporkan adanya intimidasi baru.

Koordinasi dengan Pihak TNI AL: Staf Khusus Turun Tangan

Di tengah teror yang tak kunjung berhenti, Ketua PWDPI berupaya mencari jalan penyelesaian. Melalui komunikasi langsung dengan salah satu staf TNI AL, Indra memastikan laporan terkait oknum aparat berambut cepak telah diterima dan diproses.

Dalam rekaman koordinasi yang diterima redaksi, staf TNI AL tersebut dengan tegas menyampaikan:

> “Trimksh informasi pak… Tim akn segera memanggil ybs… Sdh kita panggil, bg Indra, lagi diproses penyidikan.”

 

Bahkan, ia menegaskan agar pihak wartawan tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan seluruh proses pada mekanisme hukum yang berlaku.

Selain itu, POM AL bernama Angra juga merespons laporan Joni dengan menekankan agar tidak membalas ancaman dari OTK dan tetap mengedepankan langkah hukum.

Batalyon Yonif 9/Marinir Disorot

Sementara itu, dugaan keterlibatan oknum aparat kian menguat. Nama Batalyon Infanteri 9/Marinir (Yonif 9/Mar) yang bermarkas di Bhumi Piabung, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, turut disebut-sebut dalam lingkaran koordinasi penyelesaian kasus.

Namun, penekanan jelas datang dari pihak keamanan bahwa segala bentuk intimidasi maupun teror terhadap insan pers tidak boleh lagi terjadi.

Pernyataan Tegas Ketua PWDPI

Tak berselang lama, Ketua PWDPI, M. Indra Kurniawan, akhirnya angkat suara ke publik. Dengan nada penuh ketegasan, ia menyampaikan:

> “Saya, Ketua PWDPI Indra Segalo-Galo, mengucapkan terima kasih dan salam santun kepada staf TNI AL yang sudah turun langsung bertemu dengan saya untuk menengahi dan menuntaskan permasalahan yang kami alami. Semoga ke depan, semua persoalan dapat clear dan tuntas. Intinya, ternyata masalah ini hanyalah miskomunikasi. Jika awal hubungan baik dijaga, Insya Allah semua berakhir baik.”
Karna diawal memang hubungan nya baik

Indra menambahkan, hadirnya peran aktif aparat Marinir dalam merespons aduan wartawan adalah bukti bahwa masih ada pihak yang tulus menjaga marwah pers di tengah ancaman pembungkaman.

Desakan Nasional: Kapolri & Kasal Diminta Bertindak

Kasus ini memicu reaksi keras dari LBH PWRI dan jaringan pers nasional. Mereka mendesak Kapolri dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, agar turun tangan langsung membongkar jaringan mafia solar sekaligus menghentikan praktik intimidasi terhadap wartawan.

Kini, sorotan publik tak lagi terbatas di Lampung. Polemik mafia BBM subsidi, teror terhadap wartawan, dan dugaan keterlibatan oknum aparat berambut cepak telah menjalar menjadi isu nasional yang menuntut tindakan cepat, transparan, dan tegas dari aparat penegak hukum dan institusi militer.  (RMRI : Cop)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *