Dana Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun 2024 Ajang Korupsi Berjamaah Dari Kelompok Sampai Dinas Pertanian KEMENTAN Di Minta Cabut Dana Oplah. 

Hukum1207 Dilihat

 

TULANG BAWANG — LAMPUNG rakytmerdekari.co.id Suasembada pangan dan energi yang menjadi target utama dalam program pemerintah pusat yang di pimpin presiden Prabowo, bermacam bantuan berbentuk uang dan alsintan yang di kucurkan oleh Kementerian Pertanian (KEMENTAN RI) harapan agar program tersebut bisa berjalan dengan baik serta kuota di setiap provinsi atau kabupaten kota yang ada di penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke tidak terkecuali bagi kabupaten tulang bawang provinsi lampung.

Pada tahun 2024 program tersebut sampai dan anggaran pun turun ke petani yang memiliki lahan Oplah. Lahan Oplah dengan kata lain lahan yang baru di jadikan sawah dan mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat dengan APBN. Agar membantu program pusat mencapai Suasembada angan dan energi.

Seperti kabupaten tulang bawang ini bisa di katakan menopang program pemerintah pusat berdasarkan lahan sawah sangat amat luas bisa mencapai puluhan ribu hektar sawah aktif yang bisa memenuhi target kuota bagi provinsi lampung.

Untuk kabupaten tulang bawang saja lahan sawah sangat amat luas kita lihat ada beberapa wilayah kampung

1.Kecamatan / Kampung Rawa jitu.

2.Kecamatn / Kampung Rawa Pitu.

3. Kecamatan / Kampung Gedung Aji.

Untuk beberapa kecamatan yang ada di rawa jitu baik rawa jitu Timur atau selatan serta kecamatan rawa Pitu saja ± sepuluh ribu hektar lahan aktif.

Saat awak media rakyatmerdekari.co.id menelusuri petani yang mendapatkan dana Oplah se-tulang bawang. Untuk melihat apakah program tersebut sampai dan di terima petani yang memiliki lahan sawah Oplah di lapangan.

Ternyata fakta di lapangan yang tidak sesuai dengan harapan para petani yang memiliki lahan sawah Oplah tidak sedikit yang mengeluh dan menjerit anggaran yang di terima petani tersebut hilang setengah dari nilai yang di bantu pemerintah pusat sebesar Rp. 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah)

Seperti contoh ada beberapa petani sawah Oplah di kampung …..

1….. Yang menerima dana sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)

2. Kampung Gedung Jaya petani yang memiliki lahan Oplah hanya menerima sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)

3. Kampung Gedung Aji Baru. Sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)

Belum kampung yang lainnya. Hasil dari investigasi media online rakytmerdekari.co.id di lapangan dugaan kami ini ada konforasi dengan dinas pertanian yang di dasari bantuan tersebut rata rata petani menerima anggaran tersebut sama nilainya

Seperti ada salah satu ketua Gapoktan di gedung aji baru yang meminta untuk di sembunyikan identitas kampung, saat di konfirmasi oleh awak media. Bank terkait lahan Oplah tersebut memang kami di arahkan dari dinas untuk di serahkan ke anggota TNI. Saat di tanya masalah dana yang di terima petani Oplah tersebut yang menyerahkan apakah pihak dari TNI. Dia menepis dan mengalihkan pertanyaan kami awak media.

Saat kamu awak media mencoba mengkonfirmasi dengan kepala dinas pertanian melalui sambungan WhatsApp Jum’at 08/08/2025. Bu di kampung Cakculai ini dana Oplah yang di terima petani sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) saja apa benar dana Oplah sebesar itu yang di kucurkan oleh pemerintah pusat.” Waduuuh…. Itu tidak benar adinda mereka itu salah nanti akan kami panggil kelompok tersebut ke dinas. Ucap kepal dinas

• Lanjut ” Bu kadis di kampung Cakculai ini kok bibit padi di jual belikan oleh ketua kelompok ke kelompok lainnya dengan harga Rp. 100.000 Seratus Ribu Rupiah. Untuk 25 Kg yang akan di gunakan satu (1) hektar lahan sawah Oplah. Ooiya.. trimakasih info nya nanti kelompok nya akan kami panggil. Ucap nya lagi.

Sampai berita ini di turunkan tidak ada jawaban dari kadis pertanian ke kami awak media dan sangsi apa yang telah di berikan ke Gapoktan atau ketua brigader yang melakukan penyelewengan dana dan bibit padi. Apakah ketua dari Gapoktan atau brigader tersebut mengembalikan dana atau membagikan bibit tersebut. Kadis seolah olah lupa ingatan dan lupa pikiran sehat atau ini ada bagian untuk kadis serta staff lainnya.

Jawaban belum terucap dari kepala dinas tersebut yang akan memanggil kelompok dan satker di bidang tersebut. Kami awak media akan melengkapi data hasil investigasi kami dan akan kami serahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) Baik pihak kejaksaan atau kepolisian polres tulang bawang.

Dalam hal ini harapan petani meminta ke pada bupati atau wakil agar bentuk team baik dari kepolisian atau jaksa untuk fokus dalam memantau anggaran APBN jangan sampai terjadi lagi untuk tahun 2025 sampai tahun berikutnya. Penyimpangan anggaran sekecil apapun dan bibit padi.

KEMENTAN di minta cabut saja dana Oplah kabupaten tulang bawang kalau pemerintah tidak tegas dalam memantau carut marut anggaran yang tidak tepat sasarannya dan oknum baik dari dinas atau TNI serta ketua kelompok dan ketua brigader jika terbukti telah menggelapkan atau korupsi agar di berikan tindakan tegas.

#BERSAMBUNG#

(RMRI : Chop)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *