Dinas PUPR Saat Membangun Sarana Air Bersih Di Desa Kelantan Terkesan Asal Jadi Dan Tanpa Pengawasan

Hukum389 Dilihat

Langkat (Sumut) // Rakyat merdekari.co.id

 

DPD LSM GMAS Langkat mendapat Pengaduan dari Masyarakat Kelantan kecamatan Beranda Barat kabupaten Langkat, bahwa masyarakat di sana sudah satu tahun ini sulit mendapatkan Air Bersih, Sumur Bor bantuan pemerintah yang ada sudah tak terurus dengan baik. Kalau tidak salah dibangun kurang lebih tahun 2023 kemarin. Namun sudah satu tahun lebih Air Bersih tidak pernah lagi tersalurkan ke masyarakat dikarenakan sudah tidak berfungsi lagi” ungkap warga kepada LSM GMAS Langkat. Sabtu (13/12/25)

Bung Donni dalam tanggapan mengatakan,” Kebutuhan utama manusia adalah Air Bersih selain Makan dari itu Pemerintah menggelontorkan Anggaran untuk membangun Sumur Bor agar masyarakat yang sulit akan Air Bersih khususnya untuk yang berdomisili di pesisir pantai atau daerah nelayan yang notabenenya air Payau. Dengan hal tersebut meluncurkan Program air bersih untuk Rakyat.

Namun program tersebut sepertinya tidak dilakukan dengan baik oleh Dinas dalam hal ini PUPR kabupaten Langkat atau kepengurusan dari Desa.

Pengaduan oleh masyarakat ini kami dari LSM GMAS Langkat bersama wartawan meninjau salah satu lokasi bangunan Air Bersih yang informasi dibangun kurang lebih tahun 2023 kemarin.

Jika benar tahun pembangunan air bersih sangat di sayangkan baru satu tahun sudah mangkrak tidak bisa di gunakan . Pengakuan dari warga ketika saat sudah selesai bangunan dan penyaluran air kerumah- rumah warga di minta uang untuk buat pipa Masuk meteran sekitar 250 ribu” ujar ketua DPD LSM GMAS Langkat tersebut.

Beliau juga menambahkan, Biaya + biaya yang dikutip dari masyarakat setiap bulannya dan biaya yang dibayar kemana uang tersebut, jika uang tersebut di gunakan untuk perawatan Sumur Bor tidak Mangkrak, sekarang bangunan tersebut tinggal sejarah yang sangat disayang adalah bangunan dan Pengurus tidak ada lagi.

Hari ini Tim LSM GMAS Langkat dengan menggandeng awak media mendatangi lokasi, terlihat mesin sedot dan pipa penyedot air hilang di telan alam yang tak nampak keberadaannya dan warga meminta agar membuat berita prihal ini agar kami masyarakat bisa mendapatkan air lagi kerumah rumah warga.sebab mereka air setiap hari beli antara 10 RB atau 5 ribu rupiah perhari nya” tutup ketua DPD LSM GMAS Langkat. (Tim/red)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *