Dugaan Dana Bos di Korupsi Fiktif dan MarkUp Terjadi Kepala Sekolah Susah Menjelaskan

Hukum1114 Dilihat

Pesisir Barat — Lampung rakyatmerdekari.co.id 1/8/2025
Pelaksanaan dan terapan penggunaan dana
Bantuan Operasional Sekolah( BOS ) sekolah.baik.SD,SMP,SLTA dan Perguruan tinggi selalu menuai prokontra dalam pelaksanaan dilapangannya, misal sekolah seperti tak terawat, disekolah seperti kekurangan buku dan sebagainya, disisi lain banyak laporan.wali murid terkait keluhan terlalu banyak sumbangan anak anak guna.beli ini dan itu, yang sangat merepotkan orang tua murid.

Joni Zantoni sekjen DPP LSM LIPAN Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara memerintahkan kepada semua Anggotanya untuk melakukan riset pemantauan di wilayah masing masing, turun dan komunikasi langsung serta cek langsung ke sekolah bersama.sama dengan kepala sekolah atau pihak sekolah yang mewakili.

Di kabupaten pesisir barat misalnya setelah data dikaji beberapa sekolah dasar yang dikunjungi menunjukkan hasil temuan dilapangan sangat sangat mengejutkan Tim , yang mana Setiap poin atau item Anggaran yang di buat oleh pihak sekolah jauh berbeda dari fakta fisik belanja yang ada di sekolah tersebut bisa dikatakan aneh tapi nyata.

Andre Saputra Tim investigasi LSM LIPAN kabupaten Peaisir Barat memberikan tanggapan terkait dugaan Fiktif dan MarkUp dalam realisasi dana BOS di sekolah tingkat sekolah dasar,
bahwa dugaan korupsi dan markUp dalam pengelolaan dana BOS adalah benar adanya, karena berdasar uji sampel ke beberapa sekolah(SD) negeri yang ada.di kabupaten Pesisir Barat hasil temuan menunjukkan banyak kejanggalan dalam anggaran tersebut, bahkan di beberapa poin aitem kami menemukan 70% – 98% fiktif,korupsi dan hanya kisaran 2% terealisasi, jadi saat ditanya ke kepala sekolahnya mereka kesulitan menjelaskan apa dan mengapa anggaran terlalu jauh dengan realisasi yang ada di sekolah baik berupa fisik barang atau kegiatan, sebagai.contoh ada satu sekolah yang kami kunjungi bahwa anggaran beli buku perpustakann dan pojok baca.anak.anak sebesar 35 juta lebih per tahun namun realisasi dilapangan hanya dikisaran 500 ribu beli buku dan secara administerasi Angaran tersebut tahun 2024 artinya sudah terjadi dugaan penyimpangan bahkan sudah pelaporan terhadap negara, artinya sudah terjadi dugaan fiktif, markUp dan korupsi tersebut.

Lebih jauh Andre Saputra menjelaskan bahwa Gajian guru honor juga tidak sesuai dengan yang dianggarkan, termasuk dana sarana prasarana sekolah dibuat fiktif karena tidak ada kegiatan apapun. Bahkan WC.anak.anak tidak berfungsi karena tidak ada air dan tidak pernah dipakai anak anak, maka kami dari.LSM LIPAN Pesisir Barat.
mendesak semua pihak untuk memeriksa para kepala.sekolah serta mengusut dengan tuntas dugaan yang kami sampaikan.

Masih kata Andre Saputra anggota investigasi bahwa dalam waktu dekat Tim kami dari LSM LIPAN dan beberapa media akan membuat laporan tertulis kepada dinas terkait guna menelusuri dugan temuan kami dilapangan yang kemudian akan akan ditindak lanjuti oleh pihak penegak hukum yang ada, baik,BPK Kepolisian,jaksa dan KPK juga kami berpesan kepada instansi terkait pengguna Dana BOS di berbagai jenjang agar lebih sigap merubah arah kebijakan yang seiring dan selaras dengan Tujuan dalam pemerintahan kepemimpinan bapak presiden Prabowo Subianto yang begitu geram dengan praktek praktek KKN yang ada saat ini pungkas Andre kepada media ini

( Yasir ).

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *