
Pesisir.Barat — Lampung , 11/6/2026 Sumur Bos yang akan di bangun di pekon suka maju kecamatan Ngaras kabupaten pesisir barat lampung tertunda pelaksanaannya akibat dari pihak yang mengerjakan mengeluh terkendala struktur tanah yang berbatu sehingga alat tidak mampu menyelesaikannya.
“Ud” salah satu tokoh masyarakat pekon suka maju pada 8/6/2026,
menjelaskan di hadapan awak media bahwa sekira 2 bulan yang lalu pihak yang menggali sumur bor di depan musolla tak jauh dari rumah pak peratin namun selalu gagal saat kerjaan di mulai karena terkendala ada batu katanya.
Masih kata tokoh masyarakat, kami sebagai salah satu yang akan memanfaatkan sumur bor tersebut,sangat berharap.segera di kerjakan lagi, karena musim kemarau akan tiba dan kami sangat butuh air bersih , tapi hingga saat ini belum ada kabar dari pihak peratin, apa dan bagaimana solusinya.
” Agus ” salah satu yang punya jasa dalam membuat dan menggali sumur bor wilayah Lampung antar kabupaten kota se lampung kepada media ini menjelaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada alasan mata.bor terkena batu di dalam lapisan tanah karena secara teknis mata bor banyak macamnya.sesuai harga dan penggunaanya dan sudah sejak lama ada, hal lain mesin penggerak harus standar rekomendasi para ahli, sehingga tidak ada alasan mencari titik air pindah sana sini, karena sumur bor bukan sumur gali manual.
Selanjutnya, saya tak paham seperti apa alat dan jenis mata bor yang mereka gunakan, misal ada mata bor khusus tanah biasa, ada khusus untuk cadas dan tanah hitam, ada mata bor khusus karang dan bebatu krikil, ada juga mata bor jenis untuk lapisan batu gunung, juga mesin penarik/penggerak yang besar dan standar yang di anjurkan, maka oleh sebab itu pihak pekon wajib tau agar solusi cepat di temukan sehingga sumur bor yang di tunggu tunggu warga cepat jadi dan bermanfaat oleh banyak warga.sekitar khusus nya saat kemarau tiba.
Ansori peratin pekon suka maju saat di konfirmasi di kantor dan di rumahnya selalu tidak ada di tempat, dan keterangan isterinya dari pagi udah keluar dan tidak tau arahnya kemana, sehingga Wa chat yang kami kirim ke nomer hp yang kami miliki tidak ada jawaban sampai berita ini di terbitkan (Yasir).






