
Sergai (Sumut)-Rakyatmerdekari.co.id
Dalam menelusuri pengaduan masyarakat tentang Kabel PLN yang sudah bertahun-tahun tidak berada di Posisinya dan sangat membahayakan masyarakat sekitar.
LSM GMAS dengan tegas meminta kepada kepala PT. PLN Cabang Galang ataupun Medan untuk segera membenahi kabel yang sudah sangat membahayakan keselamatan warga disekitar, hal ini akan menjadi perhatian dan prioritas LSM GMAS untuk menyurati PT. PLN khususnya Cabang Galang dan Medan untuk sesegera membenahi khususnya yang ada di Dusun I Desa Silinda Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Sabtu. (30/05/26)
Dari beberapa Narasumber yang didapat pemerintahan desa sudah berkoodinasi dengan pihak PLN cabang Galang namun sepertinya laporan tersebut di anggap angin lalu, Karna hal ini sudah berlangsung beberapa tahun lamanya namun sampai sekarang belum ada tindakan.
Kami menduga pihak PT. PLN (Persero) dalam hal ini bagian Unit Layanan Pelanggan (ULP) dalam perawatan sarana dan prasarananya patut dipertanyakan kinerja saat di lapangan atau dalam menerima pengaduan konsumen. Bagaimana tidak, sudah bertahun tahun pihak PLN setempat membiarkan kondisi kabel aktif menjuntai, jatuh ketanah dan sampai melintang di jalan dusun I” ujar warga tersebut. Pada hari Sabtu tanggal 30 mei 2026. Desa Silinda Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Atas laporan warga yang kami terima dugaan pembiaran pihak PT.PLN (Pesero) Unit Layanan Pelanggan (UPL) tersebut kami tanggapi dan terjun kelokasi dan benar adanya kabel PLN yang sebelumnya sudah awak media pantau langsung tepatnya
Pada tanggal 23 April 2025 LSM GMAS mengkonfirmasi via WhatsApp pribadi Kepada desa Silinda Dwin Anggi Ginting
Beliau menjawab” Sebatas mana sepengetahuan pemerintah desa (Pemdes) terkait kabel yang jatuh dan melintang di dusun I. Hal Ini sudah kami ketahui dan sudah kami laporkan ke pihak PLN Cabang Galang dan mereka bilang sabar.
Iya klu itu di pihak PLN sudah kita sampaikan cuman mengenai alokasinya pihak PLN yang tau jawabnya singkat” Jelas kades.
Pada tanggal 27 mei 2026 awak media dan LSM GMAS kembali meninjau tempat kabel yang berserakan untuk kedua kalinya, namun kabel yang menjulang dan jatuh ketanah belum ada perbaikan dan masih sama seperti hasil temuan sebelumnya di mana kabel yang bertegangan tinggi masih berserak di jalan hal Itu sudah lama dibiarkan.

Salah satu warga juga mengeluhkan” kami takut akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan karna jelas kabel itu melintang makanya kami sangga pake kayu sampek kayunya pun tumbuh. Kabel yang menjuntai serta di ikat disalah satu pohon karet itu, kami berharap ada perbaikan yang layak sebagai mana mestinya dan kami juga berharap agar tiang yang masih terbuat dari kayu itu diganti dan ditambah pada jalur jalan agar dapat dipasang lampu untuk penerangan jalan.
Kami tinggal dikampung yang sekelilingnya perkebunan keluar malam takut karna belum ada lampu penerangan jalan sehingga gelap kali, Di sisi lain tiang yang terbuat dari kayu pernah lapuk kemudian dipotong dan ditanam lagi serta masih dipergunakan , Belum berapa lama ini pernah mati lampu karna kabelnya konslet.
Pemerintah dan terkhusus PT. PLN harusnya lebih peka cepat tanggap dalam menerima dan menyelesaikan masalah dalam kasus seperti ini karna ini menyangkut keselamatan warga.
Apa menunggu ada korban baru perusahaan PLN memperbaikinya”
tutup warga tersebut.
(Red)












