
Muaradua // rakyat merdekari co .id
Dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah ( BOS ) berawal dari awak media coba mengkonfirmasi kepsek melewati pia whatsapp dan telpon, pesan terkirim tapi tidak di respon telpon berdering tapi sama tidak ada respon, sudah beberapa kali bahkan dilain hari di hubung namun beliau mengabai kan saja. Minggu 24 Mei 2026
Dalam dunia jurnalistik/wartawan berkewajiban untuk mempertanyakan atau konfirmasi bertujuan mengetahui sesuatu yang di anggap penting untuk di publikasikan agar semua publik dan masyarakat tidak berasumsi liar dalam pengelolaan sesuatu bantuan yang menggunakan dana APBN.
ini malah sebaliknya kepala sekolah SMAN2 muaradua tidak merespon sama sekali saat awak media mengkonfirmasi bapak M.Nasir selaku kepala sekolaah nya.
Berkali kali di konfirmasi sama sekali tidak ada jawaban, awak media sudah mencoba mendatang M.Nasir di sekolahan SMAN 2 muaradua namun guru SMAN 2 mengatakan belau tidak ada, dan awak media datang di lain waktu untuk menemui bapak M.Nasir guru SMAN 2 yang ditanya mengatakan jawaban yang sama, bapak kepala sekolah tidak ada.
Awak media mengkonfirmasi kepsek M.Nasir lewat sambungan telpon dan pia WhatsApp aktif tapi tidak ada jawaban.
atas asas praduga tidak bersalah kepala sekolah enggan untuk di konfirmasi kerena pengelolaan dana bantuan operasional sekolah ( BOS ) yang di kelola nya tidak sesuai dengan rincian yang beliau laporkan,diduga bapak M.Nasir selaku kepala sekolah SMAN 2 muaradua menyembunyikan sesuatu sehingga selalu menghindar saat awak media coba mengkonfirmasi terkait realisasi dana BOS SMAN 2 yang di pimpin beliau.
kepada dinas pendidikan provinsi Sumatera Selatan kami minta untuk turun ke SMAN 2 muaradua untuk meng audit anggaran dana BOS yang di kelola oleh beliau, mulai dari awal menjabat sebagai kepala sekolah.
Dan apa bila terdapat unsur KKN yang beliau lakukan kami minta agar di proses secara hukum yang berlaku di negara republik indonesia.
Rilis. Ali Umar








