Pemko Langsa Sambut Visitasi PKN Tingkat II, Jadi Lokus Pembelajaran Pemulihan Pascabencana

Kota Langsa, rakyatmerdekari.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 25 Tahun 2026 Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI Aceh, Selasa (15/9/2026), di Gedung Virta Convention Hall, Kota Langsa.

Visitasi mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pascabencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.”

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., melalui Sekretaris Daerah Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Langsa sebagai lokus pembelajaran.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Langsa, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Kami merasa terhormat karena Kota Langsa menjadi salah satu lokasi pembelajaran dan visitasi,” ujar Suhartini saat membacakan sambutan Wali Kota.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman, gagasan dan praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Pemimpin dituntut mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta menggerakkan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Di sinilah pentingnya kepemimpinan adaptif,” katanya.

Suhartini menegaskan, pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, relawan dan masyarakat.

“Resiliensi daerah bukan hanya kemampuan untuk bangkit setelah bencana, tetapi juga kemampuan belajar dari setiap krisis untuk membangun sistem yang lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusjar SKMK LAN RI Aceh Said Fadhil, S.IP., M.M., yang diwakili Kepala Bagian Umum Edi Saputra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa PKN Tingkat II Angkatan 25 Tahun 2026 diikuti 63 peserta, dengan 32 peserta melakukan visitasi di Kota Langsa.

Menurut Edi, Kota Langsa bersama Kabupaten Aceh Tamiang dipilih karena dinilai memiliki pengalaman dan praktik baik dalam penanganan serta pemulihan pascabencana.

“Kami melihat Langsa dan Tamiang sebagai best practice dan lesson learned bagi peserta untuk mempelajari bagaimana pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha dalam memulihkan kondisi daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain menggali informasi melalui dokumen dan narasumber, peserta juga akan melakukan diskusi dan pembelajaran langsung untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai proses pemulihan pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, peserta turut menyaksikan video dokumenter mengenai kondisi pascabencana serta langkah penanganan dan pemulihan yang dilakukan Pemko Langsa.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Plt. Kepala BKPSDM, Kepala Bapperinda, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Mayarakat Gampong, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan, Dinas Komunikasi, Informasi Digital dan Perpustakaan, perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Direktur PT Pekola Perseroda serta para alumni pelatihan kepemimpinan. (Maulidur)

img src="https://rakyatmerdekari.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot_2026-08-25-10-43-56-59_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"title="Iklan 1" width="728" height="90 banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *