Pempro Lampung Dan Pengelola Golf Sukarame Abaikan Keluhan Warga. Jl. Prof. Dr. Hamka. Rawan Laka Lantas Siswa. Warga Ambil Tindakan Suadaya Jalan Berlubang.  

Sosial13 Dilihat

 

BANDAR LAMPUNG. Jl. Prof Dr. Hamka. Kecamatan Sukarame  Bandar Lampung. Wilayah ini tidak jauh dari jantung ibu kota bandar lampung. Jl tersebut selalu padat saat aktifitas siswa siswi  SMA. 12. SMP NEGERI 36 dan SMP NEGERI 24 serta kampus 3 Universitas Muhamadiah, yang lebih miris lagi jalan tersebut tidak sedikit pejabat petinggi lampung dan orang orang ternama di lampung yang di pastikan lewat jalan tersebut saat akan olahraga Golf.

 

Pasalnya Keluhan warga sukarame selama ini tidak ada tindakan dari pemerintah provinsi lampung baik gubernur atau walikota bandar lampung serta camat sukarame terkesan tak perduli apa yang ada di wilayah nya. pengelola Golf sukarame Jl. Prof Dr. Hamka ini rawan kecelakaan saat sisawa siswi akan berangkat sekolah atau pulang sekolah.

 

Laporan dan pengaduan masyarakat sudah pernah di sampaikan dengan di terima oleh pemerintah pempro lampung pada tanggal 11-03-2026. Bahkan tidak sedikit terjadi kecelakaan terebut sampai di rujuk ke rumah sakit dan di lakukan perawatan bahan sampai ada korban jiwa meninggal dunia. Dengan terjadi insiden tesebut warga sukarame dengan berinisiatif melakukan suwadaya untuk membeli batu dan menambal sulam lubang lubang kedalaman ±25 CM.

 

Tidak sedikit kalangan pejabat lampung yang melintaa di jalan tersebut saat sedang asik berkumpul dan melakukan olahraga ternama bagi konglongberat di Golf ASTEL Sukarame. Terkesan tidak ada pemikiran dengan melihat di depan mata jalan yang berlubang selama bertahun tahun. Terkesan tutup mata apa yang di lihat di hadapan mata telanjang.

 

Apakah dugaan warga selama ini anggaran perbaikan jalan sudah habis atau tertelan oleh predator koruptor dan memperkaya diri dan golongan parpol penguasa di lampung. Ucap salah satu warga yang egan menyebut nama. Sebut saja Cakculai 47 Tahun.

 

” Lanjut Cakculai, Provinsi Lampung ini dari kota sampai ke pelosok desa untuk pembangunan jalan dan perawatan jalan kampung atau kabupaten serta provinsi tidak sedikit bantuan swadaya dan sumbangan dari warga sekitarnya.

 

Ada beberapa jalan di wilayah lampung di mana jalan tersebut seharusnya dalam perawatan pemerintah kabupaten yang tidak pernah tersentuh untuk perbaikan oleh pemerintah kabupaten, dengan pemikiran warga memungut setiap kendaran melintas membawa hasil bumi di pungut Rp 50.000 ribu. Lebih parah lagi di bebankan dengan pengusaha lokal.

Satu unit mobil Cold Desel yang melintaa pemilik pabrik padi di bebankan 1 ton Rp 50.000 kendaraan tersebut setidaknya 9 ton kapasitas muat padi. Artinya provinsi lampung ini di bangun dengan memeras keringat masyarakat di mana anggaran perawatan jalan yang di duga  masuk kantong dan di korupsi oleh predato kotor dugaan masyarakat lampung.

 

Harapan masyarakat lampung ke pada pemerintah pusat agar dapat lakukan investigasi yang lebih mendalam lagi bagi provinsi lampung jangan sampai hilang nya kepercayaan masyarakat dengan pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) Terkesan pembiaran dugaan korupsi berjama’ah bagi penegak hukum dan pemerintah daerah.

 

Masyarakat berharap provinsi lampung ini bebas dari tindakan kejahat korupsi oleh pejabat nakal yang mengelola uang rakyat demi kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Membuat contoh terbaik bagi provinsi lainnya. Ucap salah satu pengat pembangunan lampung. (Rmri : Cop)

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *