
rakyatmerdekari.co.id TULANG BAWANG — LAMPUNG MENGGALA. SPBU milik pemerintah kabupaten tulang bawang yang di kelola oleh BUMD dalam dua (2) tahun ini menjabat selaku Dirut BUMD NOVI MARZANI menjabat belum ada tanda perbaikan perawatan gedung SPBU tersebut, secara kasat mata pemandangan gedung yang belum menunjukan kemajuan pesat dalam pengelola dan merawat atap pelapon yang sudah rusak di duga Dirut BUMD memperkaya diri sendiri kuat dugaan korupsi berjamaah dalam mengelola SPBU di terminal Menggala kecamatan Menggala selatan kabupaten Tulang Bawang.
Dalam pengelolaan dan pengurus SPBU milik BUMD pemerintah tulang bawang Dirut yang di anggap tidak mampu dan mengelola usah milik negara banyak menimbulkan kegaduhan di masyarakat dengan terjadinya unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa tulang bawang pada bulan September dan November masyarakat telah menyampaikan aspirasinya ke gedung bupati dan kejaksaan tulang bawang untuk menuntut transparan dalam mengelola penjual BBM subsidi milik masyarakat.
Pada bulan November saja terjadi insiden penusukan salah satu karyawan di SPBU dan penangkapan warga yang melakukan pelansir dari SPBU ke pengumpul solar subsidi. Saat terjadi insiden penangkapan tersebut tidak ada pihak pengawas atau operator yang melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi oleh pihak Polda lampung. Dalam penangkapan tersebut salah satu warga yang di giring ke Polda Lampung hanya memiliki solar tidak lebih dari 150 liter saja,
Yang menjadi pertanyaan keluarga tersangka kenapa pihak pengelola dan pengawas serta operator SPBU tidak ada satu pun yang di jadikan tersangka juga. Informasi dan hasil investigasi kami awak media di lapangan SPBU tersebut menjual solar subsidi dengan pelansir Rp 7.200 (Tuju Ribu Dua Ratus Rupiah) Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 6.800 (Enam Ribu Lapan Ratus Rupiah)
Dengan modus baru dan rapih pelansir dan pengecoran yang bekerja sama dengan gudang pengumpul dengan satu suara yang menyatakan tidak ada uang cor nosel, terkesan sudah di tata dengan cara serakah mungkin terkesan cara kerja meraka seolah olah malaikat pun tidak mengetahui cara curang dan peraktik kotor mereka merampas hak masyarakat miskin.
Yang lebih mengesankan seolah olah pekerjaan mereka sudah benar dan mengikuti SOP peraturan Pertamina dan ada oknum yang di libatkan menjadi pengamanan SPBU 24-345-107 milik BUMD anggota TNI yang malang melintang dalam melakukan pembelian solar dan pertalite subsidi dengan kapasitas yang besar terbukti keluar masuk nya mobil tangki kapasitas 16 ton pada malam hari bahkan setiap hari kendaraan tangki tersebut mengangkut solar subsidi dari tulang bawang yang di duga di Bawak ke kabupaten lainnya.
Dirut BUMD NOVI MARZANI yang di duga terlibat kuat dalam penyelewengan solar subsidi tersebut terkesan tegas dan akan memecat kalau ada pegawai SPBU yang menjual di atas harga HET ucap Novi saat baru menjabat Dirut BUMD tulang bawang.
Ucapan Dirut tersebut seolah olah meyakinkan tidak ada peraktik kotor dan curang di SPBU milik pemerintah,
Fakta saat ini setelah berjalan menjabat dua (2) tahun ini Dirut diduga sudah memiliki harta yang mantap dan usah di luar Adminitrasi BUMD dan diduga telah memiliki kendaraan baru yang di tafsir nilai mencapai ± Rp 600.000.000 dalam hal ini kita tidak melihat pribadinya hanya saja kita mengedepankan jabatan yang iya emban sebagai pejabat publik yang iya duduki Dirut BUMD tulang bawang.
SPBU Kode 24-345-107 milik BUMD pemerintah kabupaten tulang bawang yang di duga merasa ada kekuatan besar di belakang meskipun berkali kali melakukan kesalahan serta kecurangan dalam mengelola bisnis negara di duga penyimpangan penjualannya yang di duga tidak mementingkan kepentingan masyarakat yang sudah di subsidi kan oleh pemerintah dan tepat sasarannya.
Seperti salah satu kampung Gedung Jaya Kecamatan Rawa Pitu yang memiliki rekomendasi dari dinas pertanian untuk pengecoran BBM jenis solar subsidi yang di arahkan oleh dinas untuk mengecor di SPBU KODE 24-345-107 kebutuhan petani untuk melakukan pekerjaan saat musim panen dan tanam tiba.
Saat awak media menanyakan dengan pengemudi mobil Pick’Up BE XXXX TL yang meminta nama nya di rahasiakan sebut saja Cakculai 34 tahun yang mengangkut kebutuhan pateni.” Bank kenapa Barcode yang milik Gapoktan tersebut tidak boleh kami pegang dan kami Bawa pulang kami khawatir di manfaat oleh pihak pengawas SPBU 24-345-107
Kampung Gedung Jaya yang memiliki 25 kelompok tani dalam satu (1) kelompok 20 sampai 25 orang. Yang di daftar untuk mendapatkan Barcode solar dan Pertalite subsidi dan mendapatkan jatah pengisian solar Dua kali dalam satu Minggu. Setiap hari Barcode tersebut di duga kuat di pakai dan di gunakan untuk mengeluarkan solar dari nosel tersebut dengan menggunakan Barcode dari Gapoktan Gedung Jaya. Ucap Cakculai
Selama ini dugaan masyarakat Menggala SPBU milik BUMD yang di kelola oleh Dirut Novi Marzani melakukan kecurangan dalam menyelewengkan solar subsidi yang di duga di jual ke oknum TNI yang terkenal mengendalikan seluruh SPBU yang ada di tulang bawang salah satu SPBU 24-345-107 sepenuhnya mengendalikan kebutuhan oknum wartawan dan APH dan keamanan Sepenuhnya dengan kendali oknum TNI AL.
Selama ini aktifitas pelansir di mulai dari Pukul 07:00 WIB sampai selesai habis nya solar di dalam tangki pendam. SPBU milik pemerintah yang di kirim oleh pihak Pertamina Provinsi Lampung setiap hari pengiriman 32 Ton kuat dugaan 80% masuk ke oknum nakal 20% untuk masyarakat lokal atau yang hanya melintas.
Tidak sedikit kendaraan yang melintas mengeluh selalu tidak pernah ada kesempatan untuk isi BBM solar di SPBU yang ada di tulang bawang. Pernah terjadi insiden salah satu kendaran Bus yang bahan bakar hampir habis meminta tolong dengan kami awak media agar bisa di bantu jangan ikut anterin yang lama dan panjang kawatir penumpang dalam bus tersebut kepanasan.
Selama ini masyarakat sudah lelah dan tidak percaya lagi dengan Aparat Penegak Hukum bahkan pemerintah yang terkesan tak peduli keluhan dan jeritan masyarakat tidak ada respon tegas untuk memberantas oknum TNI yang menguasai merampas hak masyarakat miskin
Apakah peraturan tegas Presiden Prabowo tidak berlaku dan tidak di hargai di kabupaten tulang bawang ini. Dengan leluasa mereka merampas hak masyarakat miskin. Apa dugaan masyarakat selama ini ada jatah tutup mulut bagi penegak hukum ….
Tulang Bawang Surga Para Perampas Hak Masyarakat Miskin ….
#BERSAMBUNG#
(Rmri : Cop)













