Tiga Dekade Bertahan Di Perantauan, Punguan Batak Muaradua Teguhkan Persatuan Di HUT ke-32

Budaya85 Dilihat

Muaradua // rakyat merdekari co . id

Bertahan lebih dari tiga dekade di tanah perantauan bukanlah hal mudah. Namun itulah yang berhasil dilakukan Punguan Batak Muaradua, yang pada 28 Maret 2026 merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 dalam suasana penuh kebersamaan di Banjar Agung, Kecamatan Buay Rawan.

 

Perayaan yang dihadiri seluruh anggota ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi refleksi perjalanan panjang sebuah komunitas yang lahir dari kebutuhan akan persatuan di tengah keterbatasan.

Ketua Punguan Batak Muaradua, (P. Siregar), menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi ini tidak lepas dari peran para pendahulu.

 

“Puji syukur kita bisa hadir bersama dalam damai sejahtera dan sukacita. Punguan ini didirikan oleh orang tua kita terdahulu, dan semua itu karena kasih kemurahan Tuhan,” ujarnya.

 

Sejarah mencatat, Punguan ini terbentuk dari pengalaman nyata ketika masyarakat Batak di Muaradua menghadapi situasi sulit tanpa adanya wadah kebersamaan yang kuat. Peristiwa tersebut menjadi titik awal terbentuknya organisasi.

 

“Dari situlah muncul kesadaran untuk membentuk Punguan,” ungkap penasehat (Op. EL Gultom).

 

Sejak berdiri, Punguan Batak Muaradua berperan sebagai pengikat sosial, khususnya dalam menghadapi situasi suka dan duka di perantauan. Nilai kebersamaan menjadi fondasi utama yang menjaga organisasi ini tetap eksis hingga kini.

 

Di tengah perjalanannya, Punguan tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk dinamika internal yang sempat menguji kekompakan. Namun, kesadaran akan pentingnya persatuan membuat organisasi ini tetap bertahan dan terus berjalan.

 

Momentum HUT ke-32 ini juga menjadi penegasan bahwa keberadaan Punguan tidak hanya untuk masa lalu, tetapi juga masa depan. Generasi muda didorong untuk mengambil peran dalam melanjutkan dan mengembangkan organisasi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

 

Nilai-nilai budaya Batak seperti hamoraon, hagabeon, dan hasangapon kembali ditegaskan sebagai identitas yang memperkuat ikatan antaranggota.

 

Perayaan ini sekaligus menegaskan bahwa Punguan Batak Muaradua bukan sekadar organisasi, melainkan simbol persatuan yang lahir dari pengalaman, bertahan karena kebersamaan, dan terus hidup karena komitmen anggotanya.

 

Dengan semangat tersebut, Punguan Batak Muaradua diharapkan terus menjadi wadah yang mempererat hubungan, menjaga identitas, dan memberikan makna bagi kehidupan masyarakat Batak di perantauan.

Horas! Menjuah-juah!

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *