Waduu…. Korupsi Sudah Sampai Di Petani. Polres, Polda Di Minta Periksa Dana OPLAH Tahun 2024 Di Desa. Dugaan Ada Main Mata Dan Arahan Oknum Dinas Pertanian Tulang Bawang. 

Hukum499 Dilihat

 

TULANGBAWANG — LAMPUNG rakyatmerdekari.co.id Oplah Optimasi Lahan (OPLAH) yaitu program untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan memperbaiki tata air dan lahan agar lahan tersebut menjadi lebih produktif dan mampu menghasilkan tanaman lebih sering dalam setahun. Tujuan utama oplah adalah untuk meningkatkan indeks pertanaman (jumlah tanam per tahun) IP 100, IP 200 dan IP 300. Sehingga mendukung ketahanan pangan nasional. Ikut serta dalam dukungan program tersebut kabupaten Tulang Bawang.

 

Kabupaten tulang bawang ini tercatat 147 kampung se-kabupaten, ada beberapa kampung yang mendapatkan bantuan anggaran dana OPLAH tersebut, dalam bantuan tersebut petani yang menerima dana OPLAH IP 100 dan IP 200 Serta IP 300, kurang paham dan sosialiasi dari dinas dan ke petani penggarap lahan OPLAH.

 

Sabtu 18/10/2025 Kami awak media dan LSM mencoba menelusuri kampung Karya Jitu Mukti yang terletak di ujung kabupaten tulang bawang kami mengunjungi salah satu petani yang menerima bantuan OPLAH yang meminta untuk nama di rahasiakan. Sebut saja CakCulai 50 tahun.

 

Ada beberapa kampung yang menerima bantuan OPLAH tahun 2024 seperti salah satu contoh kampung yang sempat kami telusuri di lokasi yang ada di tulang bawang ini. Untuk kecamatan rawa jitu timur Kampung Karya Jitu Mukti tahun 2024 terdaftar 240 hektar lahan OPLAH yang mendapatkan bantuan satu (1) hektar lahan sawah

1. Dana Perawatan lahan OPLAH Rp 900.000

2. Benih padi 25 Kg.

3. Kapur Pertanian (Kaptan) 150 Kg.

 

Bantuan tersebut yang di terima Bibit dan kaptan saja. Untuk melakukan perawatan lahan seperti membajak lahan CakCulai mengeluarkan dana sendiri/pribadi Rp 800.000 untuk satu kali bajak lahan sawah tidak ada bantuan dari pemerintah pusat atau kabupaten. Papar Cakculai.

Dalam keterangan Cakculai kami meminta untuk di tulis satu pernyataan bahwasanya dia tidak menerima bentuk uang atau perawatan lahan yang katanya jika tidak menerima uang maka petani hanya menerima lahan tersebut di bajak oleh ketua Gapoktan atau ketua kelompok. Tutup Nya

Kami awak media mencoba untuk mendatangi rumah salah satu ketua Gapoktan kampung karya jitu Mukti. Pak Widodo Sabtu 18/10/2025 Pukul 18:08 WIB Widodo terkesan menghindar saat mengetahui kunjungan kami awak media dan LSM. Serta Bendahara dan sekertaris Gapoktan ikut sembunyi saat kedatangan kami.

Hal seperti ini bukan cuman kampung Karya Jitu Mukti saja dengan modus seperti ini yang kami kunjungi di lokasi. Ada beberapa kampung yang di duga telah menilab uang dana OPLAH sebesar Rp 900.000 sembilan Ratus Ribu Rupiah. Kalau satu kampung terdaftar 750 hektar 500 hektar dan 400 hektar di kali Rp 900.000.berapa miliar kerugian negara yang kucuran dan melalui APBN. Kuat dugaan luas lahan tersebut di mark’up dan dana OPLAH yang tidak di jelaskan dengan petani.

Bahkan di kampung lainnya untuk bibit petani menebus bermacam macam harga petani harus menebus untuk satu kampel kantong pelastik berisi NETTO 5 Kg Rp. 10.000 dan 5000 Rupiah. Dengan dalih ongkos bongkar.

Dalam Dugan kami hasil investigasi di lapangan hal seperti ini tidak lepas dari arahan oknum dinas pertanian ke beberapa ketua Gapoktan yang nakal dan curang.

Data kampung yang telah melakukan kecurangan seperti ini sudah dalam catatan kami dan sudah kami siapkan untuk di serahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) baik kepolisian atau jaksa yang ada di provinsi lampung kabupaten tulang bawang.

Harapan kami agar pihak polres dan jaksa di tulang bawang agar dapat memanggil nama nama kampung yang sudah kami data dan cross cek di lapangan untuk menggali lagi lebih lanjut hasil temuan awak media dan LSM di lapangan agar dapat di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara Indonesia dan kabupaten tulang bawang bersih dari korupsi.

(RMRI : Cop)

#BERSAMBUNG#

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *