
rakyatmerdekari.co.id Pesisir Barat — Lampung 19/1/2026 Pengerjaan proyek air besih di pekon tanjung rejo kecamatan Bangkunat dengan nilai sekitar 4 milyar lebih terkesan asal.asalan ditemukan ada dugaan korupsi cukup besar terkait dengan pengerjaan proyek Air besih yang terleyak di pekon/desa Tanjung rejo kecamatan Bangkunat kabupaten pesisir Barat,tersebut dimana pekerjaan tersebut sudah selesai pada akhir desember 2025 lalu, namun sejak rampungnya pekerjaan tersebut sudah menuia pro kontra kerena diduga tidak sesuai dengan spek teknis yang ditentukan, mulai dari titik awal sumber air.sampai pemasangan perpipaan, hingga penyaluran di 300 kepala keluarga atau rumah.
” H ” salah satu warga setempat menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut sangat tidak sesuai dengan harapan kami sebagai pengguna air bersih tersebut, yang kami lihat Air banuak tidak bisa mengalir ke rumah rumah, pemasangan counter air menjadi aneh dan rancu karena semau pihak proyek memasang nya, bahkan kebanyakan dititipkan ke pekarangan orang lain dengan alasan tidak cukup pipa.
Lanjut “H” yang enggan namanya di publikasikan memaparkan bahwa menurut nya Uang proyek itu sangat besar sekitar 4 milyaran lebih, namun seperti itu hasil pekerjaan pihak kontraktor seperti asal.asalan yang penting jadi walau merugikan masyarakat sekitar karena tidak bermanfaat secara maksimal.

Andre.Saputra sekretaris Lsm Lipan Lembaga independen pemantau anggaran Negara kabupaten pesisir Barat menegaskan bahwa benar setelah.Tim kami mengecek di lapangan.bahwa proyek tersebut terkesan dikerjakan asal asalan sehinga banyak aitem kerjaan yang tidak sesuai.dengan seharusnya mulai dari pipa titik.awal sumber air, pemasangan pipa induk dan pipa ke rumah rumah juga asal pasang, sistem pemasangan pembagian air atau meteran air/counter air juga asal pasang sehingga mengganggu pihak pihak lain atau tetangga karena terpasang ada yang 2, 3, dan 4 dalam satu/ depan pekarangan guna menuju rumah di belakangnya yang juga nantinya warga yang tidak dapat jatah pipa sampai rumah, akan membeli sendiri agar pipan sampai kerumahnya, hal ini hanya karena alasan jatah pipa per Kk terbatas.
Kata sektetris.Lsm Lipan lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara, tim kami.akan mendalami lebih lanjut terkait rentetan pekerjaan tersebut dan akan segera kami buatkan laporan secara resmi ke penegak Hukum, kepolisian dan kejasaan, karena kami.menduga kuat ada korupsi dan MarUp dalam proyek tersebut dan merugikan keuangan Negara.(Yasir)






