Diduga Minimnya Keamanan Di RSUD MUARADUA Sebabkan Hilangnya Mesin Sedot Air 

Kriminal280 Dilihat

 

Muaradua // rakyat merdekari co . id

Anggota DPRD Kabupaten Oku Selatan Dapil 1 menggelar kegiatan monev ( monitoring dan evaluasi ) di RSUD Muaradua, Oku Selatan, pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi legislatif untuk menyerap aspirasi dan meninjau langsung kondisi pelayanan publik di fasilitas kesehatan tersebut.

 

Usai pelaksanaan kegiatan, Wakil Ketua II DPRD OKU Selatan, Carles Minarko, dalam wawancarai dengan media menyampaikan sejumlah catatan penting dan perhatian khusus terkait kondisi rumah sakit. Menurutnya, perbaikan kualitas pelayanan serta pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi hal yang sangat mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

 

“Kami melihat ada beberapa hal krusial yang harus menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah kondisi fasilitas penunjang. Kami menemukan fakta bahwa mesin pompa air bersih di rumah sakit ini telah hilang beberapa minggu yang lalu. Namun yang menjadi pertanyaan besar, hingga hari ini, Rabu 8 April 2026, unit tersebut belum juga diganti atau dipasang kembali,” tegas Carles dengan nada tegas.

 

Ia menilai, kelengkapan sarana seperti ini adalah dasar utama dalam menunjang operasional rumah sakit yang harus selalu tersedia dan berfungsi optimal.

 

Selain masalah air, Carles Minarko juga menyoroti kondisi infrastruktur kelistrikan yang dinilai sangat riskan. Ia menekankan kepada pihak manajemen RSUD agar lebih serius dan waspada terhadap sistem penerangan dan daya listrik.

 

“Kami sangat menekankan kepada pihak rumah sakit untuk betul-betul memperhatikan sektor kelistrikan. Listrik adalah nyawa bagi rumah sakit, sangat vital dan mutlak diperlukan setiap saat. Kami minta kejadian yang sempat viral beberapa hari lalu jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.

 

Kejadian yang dimaksud adalah pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba di malam hari. Kondisi tersebut selain mengganggu pelayanan medis, juga memicu kepanikan tersendiri bagi pasien dan keluarga yang sedang menjalani perawatan.

 

“Kelistrikan yang tidak stabil sangat berbahaya. Oleh karena itu, kami minta manajemen segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang berobat,” tutup Carles Minarko, Wakil Ketua II DPRD Oku Selatan.

 

 

 

banner 970x250 banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *