
TULANG BAWANG — LAMPUNG rakyatmerdekari.co.id 21/09/2025 Apa yang terjadi di kabupaten tulang bawang ini ada yang mendemo akibat BBM jenis solar di salah gunakan dan ada jeritan para petani dan pengusaha penggiling padi dalam kelangkaan solar di beberapa wilayah yang menjadi PR untuk pemerintah khusus di kabupaten tulang bawang provinsi lampung.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis solar yang bersubsidi di wilayah pelosok seperti rawa jitu. Rawa jitu timur dan rawa Pitu serta gedung aji bisa di bilang kronis penyebab asal dan akibat dari langka nya solar tersebut.
Apakah gagal konterol manajemen dalam penyaluran solar tersebut akibat kurang dari ketegasan pemerintah atau aparat penegak hukum (APH) dan bisa saja over dari ketegasan aparat penegak hukum.
Seperti salah satu Setasiun Pelabuhan Bahan bakar Umum (SPBU) Rawa jitu pengurus (SPBU) dan penyalur ke petani dan masyarakat yang masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polda Lampung di duga dalam penyelewengan BBM jenis solar tersebut yang mengakibatkan sendi perekonomian sedikit agak melambat akibat kelangkaan solar yang memang di butuhkan oleh beberapa masyarakat di bidang pertanian.
Jangan sampai ada dugaan masyarakat dengan mempidanakan pengurus dan penyalur BBM solar dari SPBU rawa jitu seolah mengkambing hitam peraktik kecurangan yang di lakukan oleh pengawas dan karyawan SPBU tersebut, yang terkesan melancarkan peredaran BBM jenis solar Oplosan atau Cong ke masyarakat lapisan bawah yang tidak paham dan mengerti dari imbas pemakaian solar Cong/Oplosan tersebut
Kelangkaan seperti ini akan banyak menimbulkan faktor panen padi akan merugikan petani dan mesin penggiling padi tidak bisa operasi dan bisa menyebabkan rusak mesin dan hancur padi akibat terlambat di olah menjadi beras dan yang lebih kecewa lagi bisa saja tidak tercukupi kuota beras dalam peningkatan Suasembada pangan yang di program oleh presiden rI Prabowo.
Jika hal seperti ini tidak ada sikap tegas pemerintah khusus pemerintah kabupaten tulang bawang maka menurut pengamat dari kalangan masyarakat, ini sangat pengaruh besar bagi kerugian baik dari pihak petani dan pengusaha penggiling padi yang ada di beberapa titik nadi pertanian di kabupaten tulang bawang ini.
Seperti pemilik penggiling padi sebut saja Cakculai 51 tahun yang ada di rawa jitu dan Parkuk 45 tahun yang memiliki mesin alsintan yang menggunakan bahan bakar jenis solar, mengeluh dalam beberapa pekan ini kelangkaan solar dan tidak bisa operasi mesin penggiling padi serta mesin panen padi di sawah.
Saat ini bukan tidak ada BBM jenis solar yang ada di pangkalan pengecer hanya saja petani dan pemilik pabrik penggiling padi tidak mau ambil resiko dalam menggunakan BBM solar Cong atau Oplosan banyak faktor yang akan menyebab kerusakan pada mesin penggiling dan alsintan tersebut.
Penyebab kekurangan BBM jenis solar kerap terjadi di tulang bawang ini banyak faktor dari sisi kekurangannya spekulasi masyarakat berpikir beragam cara dan macam macam penyebab
1. Kurang Kuota BBM.
2. BBM yang di selewengkan.
3. Kurang pengawasan baik dari Migas atau Pertamina.
4. Subsidi yang kurang tepat sasarannya.
5. Mafia migas dan Pertamina belum sepenuhnya di Berantas oleh pemerintah pusat.

Harapan masyarakat dan pengguna BBM subsidi pemerintah di minta untuk meminta penambahan kuota BBM subsidi kepada migas dan Pertamina provinsi Lampung agar keresahan masyarakat bisa segera teratasi dengan tidak memperlambat pekerjaan petani dan kebutuhan lainnya
Keluhan petani dan masyarakat selama ini berdasarkan kelangkaan dan demo masyarakat beberapa hari ini yang di lakukan di depan kantor pemerintah kabupaten tulang bawang hal seperti ini sudah titik akhir jeritan masyarakat khusus masyarakat kabupaten tulang bawang provinsi Lampung.
Dinas pertanian pun enggan mengeluarkan ijin yang di butuhkan oleh masyarakat khusus pertanian dalam dugaan salah satu kabit pertanian ijin tersebut di khawatirkan di salah gunakan oleh oknum oknum tertentu baik dari petani atau pihak pengelola SPBU
Kami awak media menghubungi salah satu ketua paguyuban SPBU se-tulangbawang Hi Alim melalui sambungan WhatsApp Minggu 21/09/2025 Pukul 10:34 WIB
Salah satu ketua paguyuban Hiswana migas jabatan Ps kabit SPBU Hi Alim perihatin dalam kelangkaan BBM jenis solar yang benar benar peruntuhan untuk petani. Dinas pertanian di minta kerja lebih X-tra lagi untuk mendata di setiap SPBU yang menggunakan Balkon subsidi dan di lakukan sidak langsung dengan bergandengan dari APH jika ada temuan yang tidak sesuai dengan peruntukannya hari itu juga bisa di stop untuk mengirimkan ke SPBU yang ketahuan bermain Berkode yang mengakibatkan kerugian untuk masyarakat miskin. Papar Alim
Jangan ada bahasa Berkode yang di keluarkan oleh dinas pertanian kabupaten tulang bawang ini di salah gunakan oleh pihak oknum yang tidak bertanggung jawab. Tugas dan fungsi dinas itu kan sudah jelas untuk mendata petani dan mengontrol penggunaan solar subsidi tersebut apakah sudah tepat sasarannya dan bersama sama kita saling memantau arah dan kegunaan
Lanjut bank Hi Alim,” Pemda kita tulang bawang ini punya alat pengawas baik itu Satpol PP atau alat negara TNI dan Polri bisa turun bersama lakukan sidang dan tindakan tegas apa bila ada pihak oknum SPBU atau masyarakat yang melakukan curang dalam penyelewengan dana pengguna BBM yang bersubsidi. Tegas Hi Ali
Bersama sama instansi yang ada di tulang bawang ini kita mawas dalam penyaluran BBM subsidi ini agar tepat sasaran dan membantu masyarakat serta petani dan nelayan yang ada di kabupaten yang kita bangga dan kita cintai, agar kedepan tulang bawang ini lebih bangkit dan sejahtera merata dalam menikmati subsidi yang di berikan oleh pemerintah pusat ke masyarakat miskin dengan merata di pelosok kabupaten tulang bawang. Tutup Bank Hi. Alim
(RMRI : Cop)






