
Pesisir Barat // rakyat merdekari co . id
Perbaikan jembatan way pintau km.16 jalan raya lintas barat menuju.Bengkulu dan sekitarnya, akibat tertabrak oleh kendaraan besar beberapa waktu lalu sehingga menyebabkan dua batang diagonal di sisi kiri abutment arah Krui bengkok, sehingga struktur jembatan membutuhkan penanganan teknis untuk memastikan kembali kekuatannya, Minggu 14/12/2025.
Perbaikan struktur jembatan menjadi prioritas karena jalur tersebut merupakan akses vital transportasi masyarakat dan logistik di wilayah Pesisir Barat serta penghubung utama Lampung–Bengkulu.
Saat media ini mempertanyakan pengerjaan proyek tersebut, anggaran dan dari PT mana? Semua dilapangan bungkam dan ada yang menjawab kami tida tahu berapa anggarannya dan berapa lama pengerjaanya, apalagi PT NYA, kami semua tidak tahu dan hanya bekerja saja, ungkapnya.
Anggota komisi II DPRD kabupaten Pesisir Barat M.Syahruddin memberikan sikap tegas bahwa, apapun bentuknya bahwa ini adalah sebuah pekerjaan dari seseorang yang bersifat usaha alias kontraktor guna mencari keuntungan dari pekerjaan tersebut. dan dimana yang kami pahami pihak kontraktor seharusnya mengkaji secara profesional tentang lalu lintas yang melewati jalan tersebut, sehingga langkah antisipasi sudah disiapkan misalnya membuat jalan alternatif agar kendaraan yang mau lewat bisa teratasi dan lancar walaupun tidak melintas di jembatan yang sedang diperbaiki,
Lebih jauh M.Syahruddin komisi II DPRD kabupaten pesisir Barat mempertegas bahwa Seharusnya pekerjaan rehabilitasi jembatan, semacam ini wajib membuatkan jalan alternatif, dihadapan pak eka pihak kontraktor dikatakan pak dewan bahwa, kalian terkesan tidak mau rugi maka jalan alternatif tidak kalian buatkan, sehingga arus lalu lintas sangat dirugikan baik yang warga lokal sini maupun yang melintas ke Bengkulu dan wilayah sumatra lainnya.
Semua laporan ke kami baik para sopir teuk dan sopir travel karena mereka merasa dirugikan dalam segala hal, muter liwat Lintas timur atau Liwa akan memakan biaya besar yang berakibat merugikan mereka dalam usaha, bukankah kita berusaha agar menguntungkan dalam usaha, sama halnya dengan pihak kontraktor seperti pak eka dan kawan kawan berusaha untuk untung besar, tapi sebaiknya juga jangan merugikan pihak lain, pungkas pak dewan komisi II.
Media rakyat merdeka ri mencoba minta keterangan pihak kontraktor ya ini Pak Eka yang dipercaya big bos dari sekian banyak pekerja yang ada di lokasi, beliau menjelaskan bahwa tim nya lagi memperbaiki jembatan way pintau dan beliau mengakui bahwa belum koordinasi dengan pihak peratin/pemerintahan pekon Tanjung rejo, tentang nilai anggaran kami tidak tau karena proyek ini sebagian titik dari beberapa kerjaan yang ada dari Sedayu hingga Krui, kami dari PT.Jasa promix Nusantara sebagai pelaksana kegiatan sedayu krui jelas Eka kepada media ini.
Ali Yahya peratin pekon Tanjung Rejo menceritakan keadaan beberapa hari lalu dan saat ini Bahwa saya selaku peratin agak kecewa berkaitan dengan ajudan Bupati Kab. Pesisir Barat, menghubungi saya untuk menanyakan info tentang Jembatan Way Pintau karena rombongan Bupati pesisir barat akan ada acara di wilayah lintasan jembatan tersebut yakni di Pekon Tanjung Kemala, Pemerihan, Suka Marga dan Pagar Bukit Induk, yang akhirnya tidak diperbolehkan melintas di jembatan tersebut, sehingga Bupati meminta difasilitasi dibalai Pekon Tanjung Rejo bantuan untuk 4 pekon tersebut diserahkan secara simbolis.
Dihari yang sama sekitar jam 7 malam nya, kendaraan-kendaraan bisa lewat. Kami pihak pekon sangat kecewa sekali dikarenakan Bupati kita tidak bisa lewat, sedangkan pada malam hari jembatan bisa dilewati oleh kendaraan lain, tegas Ali Yahya.
Andai dari awal ada obrolan atau rembuk kita juga mempunyai jalan keluar untuk membuat memberikan arahan jalan alternative agar transportasi Kabupaten Pesisir Barat dan Bengkulu tidak lumpuh. Akan tetapi pihak kontraktor tidak bicara masalah itu. Ujar Ali Yahya Peratin Pekon Tanjung Rejo.(Yasir)















