
Pesisir Barat — Lampung 15/1/2026
Kepala dinas koprindag kabupaten Pesisir Barat M. Ma’ruf menyampaikan bahwa acara kita saat ini adalah kordinasi terkait koperasi desa merah putih, tentu masalah progres di pekon masing masing termasuk kordinasi masalah hambatan yang ada, lebih pada tanya jawab sesama kita yang ada di ruang rapat ini,14/1/2026
Lebih jauh kadis koprindag M.Ma’ruf menjelaskan bahwa saat ini kita fokus pada pembangunan fisik grai nya, termasuk letak dan ukuran menjadi pertimbangan layak tidak nya bangunan grai kopdes tersebut, Akses jalan, status tanah, kondisi lokasi, yang pasti sementara ini tanah yang dimaksud untuk membanhun grai kopdes memang milik pekon, untuk tanah milik pemkab yang ada di pekon akan kita bicarakan lebih lanjut ke pihak pihak lain seperti bupati dan pihak Kodim, karena merekalah yang punya keputusan lebih lanjut.
Maulazi,S.HI.MM camat Bangkunat menyampaikan bahwa acara ini merupakan tindaklanjut terkait kesuksesan dalam persiapan tahapan kopdes merah putih, dalam hal ini khusus di kecamatan Bangkunat, saya memohon kepada.semua peratin 14 serta pengurus kopdes nya untuk berperan aktif mulai.dari tahapan.awal sampai kepada kodes ini berjalan baik di semua pekon yang ada di kecamatan kita,
Untuk itu penting nya kordinasi lintas sektor,.sesama pengurus kopdes, juga pendamping kopdes yang ada untuk.saling kordinasi agar kopdes merah putih ini berjalan sesuai harapan pemerintah, dalam rangka men sejahterakan masyarakat di Pekon masing masing.
Yunengsih peratin pagar bukit, Ali Yahya peratin Tanjung rejo serta Alfian peratin Tanjung kemala, mereka menyampaikan keluhan yang sama bahwa pekon tidak memiliki tanah sehingga kesulitan mencayi lokasi pembangunan gerai kopdes tersebut, maka oleh sebab itu kalau bisa mohon agar ada solusi lain dari pihak pemkab pesisir barat atau pihak Kodim, dikatakan bahwa saat ini di pekon sebagian ada tanah milik pekon yang sudah di hibbahkan ke pemkab pesisir barat, ada yang sudah dibangun fisik lain, ada juga yang masih kosong,
Jika ini bisa dan tidak menyalahi, maka beberapa pekon ada tanah untuk gerai kopdes namun jika harus murni milik pekon, maka kami masing masing pekon kesulitan mencarikan jalan solusi karena pertimbangan harga tanah saat ini cukup tinggi, apa lagi kita mengharap tanah hibbah dari pihak lain sangat sulit dan sudah langka.
Walaupun kami pekon yang ada di kecamatan Bangkunat termasuk progres paling rendah, apa di kata faktanya dan keadaan di lapangan emang sulit dan kesulitan tutup mereka.
Disisi lain sudah dijelaskan di awal bahwa sudah ada contoh capaian progres di kecamatan lain misalnya kecamatan pesisir selatan sudah 33%, ngambur 80%, lemong sudah 80%
pesisir utara 25% krui selatan 20%,
sementara pekon yang ada dan terisolir didalam seperti wayharu tetap di uploud aja nanti pihak yang berwenang akan menilai lebih lanjut.
Dana desa sudah berkurang sekitar 30% dari pagu anggaran awal, maka oleh sebab itu pihak wajib lebih banyak kordinasi ke berbagai pihak guna mampu mempertahakan pembangunan pekon yang serba keterbatasan kedepannya, kopdes menjadi suasana baru dalam administrasi pekon walaupun belum detil bisa gudang dan dagang artinya agak masuk dikit boleh yqng penting ada akses jalan, maka perlu juga banyak komunikasi ke camat karena camat itu merupakan ketua satgas kopdes merah putih tingkat kecamatan,
Pengarahan terkait kopdes akan dibuka awal april nanti, dalam pembinaan lebih jauh, kalau gak ada gerai kopdes akan tetap jalan secara administrasi,
Iuran wajib bagi pengurus harus aktif misal atas kesepakatan bersama dikenakan100 ribu atau 150 ribu yg penting bisa jalan dengan baik,karena dari pengurus, dikelola pengurus untuk pengurus dalam upaya mensejahterakan masyarakat pekon masing masing, untuk sementara tentu jenis usaha mengikuti 7 jenis yang sudah ditentukan, namun tidak menutup kemungkinan akan berubah sesuai potensi yang ada di pekon masing masing,
Sementara untuk pemasaran dan lain lain Pemkab pesisir barat. (Mayasir)






