Oku Selatan // rakyat merdekari co . id
Mulai di tahun 2021 kepala desa menganggarkan berbagai rencana pembangunan,pengadaan, semua kegiatan, dan di realisasi kan pada tahun 2022, namun dalam realisasi penyaluran dana anggaran tidak semua masyarakat mengetahuinya kerena diduga tidak ada keterbukaan publik dalam pelaksanan, dan di beberapa item kegiatan diduga tidak adanya papan informasi yang di pasang.
Selalu seperti itu kegiatan yang ada di desa kota baru dari tahun ke tahun hingga masyarakat desa pun tidak mengetahui apa saja yang menjadi kegiatan yang menggunakan dena desa.
Seperti di tahun 2021 kepala desa mengerjakan, membuat/membangun sumur bor di beberapa titik, membangun jembatan, drainase, dan sebagainya, dengan dana anggaran yang sangat fantastis namun pembangunan diduga tidak sesuai dengan dana yang di anggarkan, contohnya seperti sumir bor, dan jembatan.
Yang terahir menurut dalam pantauan awak media pada tahun 2025 dalam realisasi dana ketahanan pangan nya di salur kan pembelian hewani, di tahun itu sudah di anjurkan realisasi seharusnya Bumdes, yakni ketua bumdes,bendahara,sekretaris dan anggotanya.
Namun diduga dana Bumdes di tahun 2025 di kelola oleh kepala desa sendiri, tidak di fungsikan ketua bumdes dan anggotanya.
Menurut keterangan salah satu warga dusun 1 yang namanya tidak mau di katan menjelaskan," memang benar pak apa yang bapak pertanyakan kalau kepala desa kami ini tidak ada keter bukaan dalam merealisasikan dana desa, khususnya dasa Kota baru, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Oku Selatan ini .
Kita lihat saja pada tahun 2025 di tahun itu, kepala desa kota baru membeli hewani memakai dana bumdes dan pak kades membelanjakan hewani tersebut sendiri, bukan ketua bumdes, bukan juga bendahara,atau sekretaris dan anggotanya.
Menurut aturan mentri desa peraturan, kepala desa sudah menyalahi wewenang".jelasnya.
Ada dua dusun yang awak media wawancara, dan ada beberapa warga dusun 1 dan dusun 2 yang memberikan keterangan terkait perihal tersebut, ada juga warga desa kota baru enggan memberi keterangan di karenakan mereka takut.
Saat awak media akan melakukan konfirmasi kepada kepala desa awak media mendatang di kediaman kepala dese,.namun awak media mendapati rumah kepala desa tutup atau terkunci, kalau kata warga dan atau tetangganya mengatakan, kepala desa sedang tidak ada di rumah. Kepala desa lagi ke kebun, kata warga nya.
Untuk menemui kepala desa kota baru ini sangat lah sulit, sudah berkali kali awak media coba menemui di kediamannya selalu tidak ada di rumah, kantor desa pum selalu terkunci tidak ada aktifitas pemerintah desa setempat, diduga kantor desa kota baru hanya menjadi pelengkap saja, tidak ada aktifitas di kantor desa tersebut.
Dimana pungsi pengawas dari kecamatan setempat yang bertanggung jawab untuk mengawasi desa, kepada dinas Kabupaten apakah memang sengaja melakukan pembiaran.
kepada dinas yang terkait tolong masalah ini di tindak lanjuti sesuai perda setempat.
Rilis. Team

💬 Komentar 0
Identitas Komentar
Lengkapi sekali untuk mempublikasikan tanggapan Anda.